Thursday, March 5, 2009

Kereta api 2 (tempat cari makan)

Saya mulai sering naik kereta api ketika masih kuliah di Akademi Kimia Analisis (AKA) Bogor, walaupun intensitasnya tidak terlalu tinggi minimal 1 minggu sekali saya menggunakanya untuk berkunjung ke adik saya Astri Aryanti di pesantren Al Hamidiyah sawangan Depok.
Intensitas saya meningkat atau boleh dikatakan rutin ketika saya mulai bekerja di PT SAYAP MAS UTAMA di akhir tahun 2000, banyak hal menarik terjadi di kereta api khususnya kereta Ekonomi baik di KRL maupun di
KRD yg sering saya tumpangi, yang paling menonjol adalah kegiatan ekonominya, hampir semua jenis produk diperjual belikan terutama makanan dan minuman. Dari yang ukuran kecil seperti peniti hingga furniture yg ukurannya cukup besar ada di kereta api.salah satu yang menarik adalah pedagang buah yang jumlahnya cukup dominan, dengan berbagai jenis buah yang tersedia kita dapat memilih buah yg kita suka, adapun masalah harga sangat negotiable, apalagi jika transaksi dilakukan dipenghujung perjalanan bisa dapat diskon gede-gedean padahal harga normal produk di atas kereta api relatif lebih murah jika dibandingkan dg harga ditempat lain.
Tempat bertemunya para pembeli dengan para penjual ini bisa dikatakan Pasar Berjalan, nilai transaksi total hariannya ditaksir bisa mencapai ratusan juta hingga milyaran rupiah, sungguh
Pasar yg tidak bisa dikatakan kecil.
Di kereta Api banyak orang mencari penghidupnya,
adanya penertiban disatu sisi memang diperlukan bagi kenyamanan penumpang, namun disisi lain ini mengancam mata pencaharian banyak orang, harus ada langkah bijak dari pemerintah untuk menyelesaikan problematika ini

No comments: