Hampir satu pekan ini saya benar-benar kurang istirahat, dan hampir sepekan ini juga saya, istri dan anak-anak saya sedang berkunjung di rumah orang tua saya.
Gawean saya dengan beberapa rekan di PT GIA MAKMUR MANDIRI di Tiga Raksa Tangerang dimulai, setelah hampir setengah tahun dari tahap perencanaan, mencari pasar, mencari investor, hingga trial (uji coba), di pekan terakhir bulan pebruari 2009 ini kami mulai memproduksi massal, hasil kontrak kerja dengan PT GINSA PRATAMA di Tangerang, karena ini adalah proyek kami yang pertama maka kami berusaha seoptimal mungkin untuk memuaskan klien kami, jadilah saya yg sebenarnya tidak terlibat secara langsung di bagian produksi ikut terjun langsung mengawasi dan membantu jalannya produksi, saat ini saya yang masih bekerja di PT SAYAP MAS UTAMA sebagai Staff QC di dept. R&D dan kebetulan sedang shift 3 (malam) sepulang kerja saya kembali "bekerja" untuk PT GIA, saya akui sangat melelahkan, tapi itu merupakan tanggung jawab saya di PT GIA dimana saya di posisikan sebagai wakil direktur untuk bagian keuangan, mewakili direktur utama yg kebetulan untuk 2 pekan ini ia tak bisa hadir karena sedang ada proyek dg sebuah perusahan jepang yg berkantor di malaysia.
Benar- benar pekan yg melelahkan, mudah-mudahan kedepan semua berjalan dg baik dan lancar ,... amin
Saturday, February 28, 2009
Sunday, February 22, 2009
PROFESIONAL
Kamis yg lalu saya beserta 2orang rekan saya(Ali dan Irpan) pergi ke daerah CiBubur, untuk menemui seorang supplier bahan kimia, setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya kami sampai, rupanya supplier ini bersuku batak ini terlihat sekali dari paras dan logat bahasanya, pak viktor namanya, setelah dipersilahkan duduk oleh sekretarisnya tak lama kemudian pak viktor menemui kami, yg janggal adalah perilaku teman saya Ali, ia tidak melepas sama sekali kaca matanya padahal kami sudah didalam ruangan kantor yg cukup teduh, saya merasa aneh dg sikap rekan saya ini padahal Ali yg saya kenal sejak dari masa kuliah dulu sangat menjungjung sopan santun, apalagi kali ini kita menemui rekan bisnis yg baru kita kenal fikir saya. Ternyata saya tidak tahu kalau Ali sudah kenal lama dg pak viktor, tapi Ali sengaja meminta Irpan yg menghubungi, ingin "ngerjain" pak viktor, dan benar saja setelah sekian menit pak viktor berbincang dg kami ia mulai curiga dg Ali yg dari tadi berkaca mata hitam dan berbicara ceplas-ceplos, ia tersadar kalau sedang di kerjai, sekejap langsung ia tarik kerah baju Ali sambil tertawa-tawa ia cuma bilang "pak Ali- pak Ali kena aku dikerjain". Ternyata mereka sudah kenal baik dan seketika itu juga sikap pak viktor yg awalnya sedikit arogan berubah menjadi "cair", malah ia sempat bilang bahwa ia banyak hutang budi sama pak Ali, ia pun mengatakan "untuk pak ali saya bantu apa yg saya punya, soal harga dan pembayaran gampanglah". Sebegitu respeknya pak viktor thdp Ali padahal usia pak viktor jauh lebih tua sedang Ali seusia dg saya, tapi setelah sekian menit mereka berbincang saya bisa menarik kesimpulan, sikap respek pak viktor thdp Ali didasarkan sikap Profesional Ali (jujur, menepati janji, tidak korup walau punya peluang, dll) selama mereka kenal dan bekerja sama ditambah dg kerendah hatian rekan saya yg satu ini. Suatu pelajaran berharga dari seorang rekan dan sahabat, glory Ali...
Saturday, February 21, 2009
Rainbow Weekend
Di akhir minggu ketiga dibulan februari 2009 ini bagi saya terasa warna warni, di jum'at sore saya merasa lega karena gawean saya dengan rekan-rekan saya selama hampir 2 bulan terakhir mulai terealisasi, setting mesin, make up bahan kimia dan trial produk berhasil kita lalui walaupun mepet dg deadline, tinggal menunggu hasil analisa klien kami hari senin besok dan saat itu dibuat kontrak kerja samanya, well insya Alloh kita optimis.
Di penghujung jumat itu pula ketika pulang dari serpong dan sudah sampai dipintu terminal pulo gadung saya di telpon bapak saya dari serpong, beliau mengabarkan bahwa sepupu saya yg bernama atipah binti asda meninggal dunia, memang tidak begitu mengejutkan karena ia memang telah lama sakit dan berobat ke berbagai rumah sakit dan pengobatan alternatif tapi tak kunjung sembuh hingga akhirnya sekitar 5 hari terakhir sebelumnya ia sudah tidak mau pergi berobat lagi. "beruntung" jum'at pagi saya masih sempat menjenguk dan melihat kondisi terakhirnya. Perasaan sedih menggelayuti seluruh keluarga besar kami, di usia yg masih sangat muda (31th) dg 2 orang anak yg masih kecil-kecil
Ia meninggalkan kami untuk selama-lamanya, semoga Alloh SWT menerima segala amalmu dan mengampuni segala kesalahanmu saudariku...
Di penghujung jumat itu pula ketika pulang dari serpong dan sudah sampai dipintu terminal pulo gadung saya di telpon bapak saya dari serpong, beliau mengabarkan bahwa sepupu saya yg bernama atipah binti asda meninggal dunia, memang tidak begitu mengejutkan karena ia memang telah lama sakit dan berobat ke berbagai rumah sakit dan pengobatan alternatif tapi tak kunjung sembuh hingga akhirnya sekitar 5 hari terakhir sebelumnya ia sudah tidak mau pergi berobat lagi. "beruntung" jum'at pagi saya masih sempat menjenguk dan melihat kondisi terakhirnya. Perasaan sedih menggelayuti seluruh keluarga besar kami, di usia yg masih sangat muda (31th) dg 2 orang anak yg masih kecil-kecil
Ia meninggalkan kami untuk selama-lamanya, semoga Alloh SWT menerima segala amalmu dan mengampuni segala kesalahanmu saudariku...
Monday, February 16, 2009
Ngerepotin
Kalau dipikir-pikir dari lahir hingga sekarang punya 2 anak, saya rasanya sering bikin repot orang tua. Waktu masih kecil mungkin wajar jika segala macam kebutuhan dan urusan di cukupkan orang tua saya, tapi ketika sudah beranjak dewasa bahkan sudah ada yg manggil abi, rasanya jelas ga enak. Memang bukan tanpa alasan hal tersebut terjadi, orang tua saya termasuk kategori orang yg seneng direpotin anak-anaknya terutama saya, karena mungkin saya tinggal paling jauh dibanding saudari-saudari saya yg lain sehingga kami terutama istri dan anak-anak saya relatif jarang berkunjung kerumah orang tua di serpong, kadang kala ketika pulang kerumah orang tua sering kali saya sudah dijemput didepan stasiun kereta serpong.
Terakhir ini saya dg rekan-rekan ada proyek yg mengharuskan saya harus trial di rumah orang tua saya dan mereka sangat antusias membantu kami dari tenaga, pikiran, biaya serta prasarana dan itu tidak cuma sekali itu berlangsung 5 kali, artinya sudah 5 minggu ini saya dan rekan-rekan merepotkan orang tua saya, tapi yang namanya orang tua thdp anak tak ada kata pamrih, yang ada saya malah dikasih bonus ucapan do'a agar apa yg saya lakukan berhasil dan itu di ucapkan ketika pipi saya menempel di pipi mereka untuk minta pamit.
"duh Gusti bagaimana saya harus membalas budi baik mereka?"
Terakhir ini saya dg rekan-rekan ada proyek yg mengharuskan saya harus trial di rumah orang tua saya dan mereka sangat antusias membantu kami dari tenaga, pikiran, biaya serta prasarana dan itu tidak cuma sekali itu berlangsung 5 kali, artinya sudah 5 minggu ini saya dan rekan-rekan merepotkan orang tua saya, tapi yang namanya orang tua thdp anak tak ada kata pamrih, yang ada saya malah dikasih bonus ucapan do'a agar apa yg saya lakukan berhasil dan itu di ucapkan ketika pipi saya menempel di pipi mereka untuk minta pamit.
"duh Gusti bagaimana saya harus membalas budi baik mereka?"
Sunday, February 15, 2009
Pembalasan
Pagi ini Saya menonton tv one, ada berita yg menarik perhatian Saya sebenarnya bukan berita baru yakni tentang kebakaran hutan di Australia, sejujurnya secara manusiawi Saya terenyuh ikut prihatin apalagi di informasikan korban yg meninggal lebih dari 200 orang dan katanya kekuatan energi panas yg dihasilkan dari kebakaran di wilayah Victoria tersebut puluhan kali lipat dari energi panas yg dihasilkan dari bom Hirosima- Nagasaki ketika Amerika membom atom jepang, dan dari jarak lebih dari 15 km panasnya masih terasa, bisa dibayangkan seperti apa kondisi di sana.
Tapi jika ingat apa yg diklakukan pemerintahan Australia beserta sekutunya Amerika dan beberapa negara eropa menginvasi, mengagresi, minimal mencampuri urusan negara lain, contoh terakhir adalah kebiadaban israel yg mereka biarkan hingga menelan korban 1500 orang lebih(tidak termasuk korban kebiadaban tahun-tahun sebelumnya) dan kerusakan fisik yg ditimbulkan, dan sebelumnya pd tahun 2003 mereka meluluh lantahkan negri irak dg alasan menggulingkan sadam husein sang presiden juga Afghanistan sebelumnya mereka bumi hanguskan dg dalih mencari sosok Usama bin laden, rasa-rasanya apa yg dirasakan Australia tidak seberapa, pun demikian dengan inggris yg sedang membeku, Amerika dan Eropa yg sedang dihantam krisis finansial dan sebelumya Amerika juga tahun lalu dihantam badai katherina, jadi ini hanya sekedar "pembalasan" dari rakyat yg negerinya mereka hancurkan melalui "invisible hand", tapi sekali lagi itu hanya asumsi logis Saya saja, yang pasti "Yang Maha Tahu" punya maksud dibalik itu semua.
Tapi jika ingat apa yg diklakukan pemerintahan Australia beserta sekutunya Amerika dan beberapa negara eropa menginvasi, mengagresi, minimal mencampuri urusan negara lain, contoh terakhir adalah kebiadaban israel yg mereka biarkan hingga menelan korban 1500 orang lebih(tidak termasuk korban kebiadaban tahun-tahun sebelumnya) dan kerusakan fisik yg ditimbulkan, dan sebelumnya pd tahun 2003 mereka meluluh lantahkan negri irak dg alasan menggulingkan sadam husein sang presiden juga Afghanistan sebelumnya mereka bumi hanguskan dg dalih mencari sosok Usama bin laden, rasa-rasanya apa yg dirasakan Australia tidak seberapa, pun demikian dengan inggris yg sedang membeku, Amerika dan Eropa yg sedang dihantam krisis finansial dan sebelumya Amerika juga tahun lalu dihantam badai katherina, jadi ini hanya sekedar "pembalasan" dari rakyat yg negerinya mereka hancurkan melalui "invisible hand", tapi sekali lagi itu hanya asumsi logis Saya saja, yang pasti "Yang Maha Tahu" punya maksud dibalik itu semua.
Saturday, February 14, 2009
Siapa aku
Namaku Ina Aryana, aku lahir di Serpong 30th yg lalu, dengan 2 saudari kandung, kakakku Ani Aryani dan Astri Aryanti adikku. Bapakku bernama Asjuk bin Senan bin Lepay bin Silun bin fulan, sedang ibuku bernama Idah binti Adih bin Saimin bin fulan.
Aku menikah tahun 2005 dg Elly Nafiatul Hikmah,SE. dan hingga sekarang baru dikaruniai 2 orang anak lucu-lucu yang pertama bernama sayyid abdurrahman ibnu zuhdi biasa dipanggil "abang saiz" dan yg kedua "sicantik" nasywa raihanah martiza zuhdi. Kedua nama belakang anaku
Bernama zuhdi berasal dari namaku yg lain "ahmad zuhdi" yg diberikan seorang ulama hafizul Qur'an (hapal quran 30 zuz) bernama syekh yusuf azhari yg tak lain adalah kakek dari istriku.
Dari lahir hingga SMA aku besar diserpong sempat kuliah dibogor dan menyelesaikaan kuliah S1 di jakarta pusat, dan aku memang keturunan USA (Urang Serpong Asli).
Serpong dimasa aku anak-anak dulu adalah suatu desa yg nyaman bagi anak kecil spt aku, banyak tempat bermain dan didukung dg kekayaan alam yg melimpah, sehingga jarang sekali aku membeli mainan yg sudah jadi di warung atau toko karena biasanya aku membuatnya dg bahan yg ada di sekitar rumah. Lapangan bola ada dimana-mana, pohon buahpun boleh dipetik jika sudah benar-benar matang, kebun, semak, tanah lapang adalah tempat yg asyik untuk bermain perang-perangan dg teman-temanku apalagi dilakukan diwaktu hujan tambah seru, dan yang paling seru adalah setelah pakaian kotor+basah kita ga langsung pulang tapi kita pergi ke sungai yang memiliki 2 air terjun indah yg dinamai pelayangan, dilokasi ini sering dijadikan lokasi syuting film dan yg paling terkenal adalah film si Pitung dan film si Gobang. Wajar jika tempat ini dipilih karena memang alamnya sungguh eksotis dg nuansa etnik betawi karena memang pada kenyataanya penduduk asli serpong umunya adalah keturunan suku betawi yg berbaur dg suku banten dan aku rasa mungkin seperti itu pula asal muasal penduduk tangerang secara umum karena memang secara geografis tangerang terletak antara jakarta(betawi) dan banten.
Masa kecilku sungguh indah menghabiskan sebagian waktu kecilku dg bermain bermain dan bermain, yg ada dikepalaku saat itu main apa, main dimana dan main dg siapa saja hari ini. jarang sekali aku melakukan aktivitas belajar seperti keponakanku fiya sekarang, tapi Alhamdulillah untuk peringkat kelas hingga SMP masih masuk 3 besar. Itulah sekelumit tentang masa kecilku yg indah dan desa serpong tercinta.
Serpong kini telah menjelma menjadi kota yg hiruk pikuk dan aku rasa perubahan ini dimulai pd akhir dekade 80an ketika PT. Bumi Serpong Damai mengembangkan perumahannya di kecamatan Serpong yg hingga kini wilayahnya mungkin telah lebih dari 50% wilayah serpong itu sendiri, aku sendiri saat ini tinggal di jakarta tepatnya di pulo gadung, karena memang tempat kerjaku berada di kawasan industri pulo gadung dan sudah hampir 9 tahun aku tinggal dikota ini. Sejujurnya untuk visiku kedepan aku akan tinggal bersama keluarga di tanah kelahiranku di Serpong dan aku harap itu tidak terlalu lama lagi.
Aku menikah tahun 2005 dg Elly Nafiatul Hikmah,SE. dan hingga sekarang baru dikaruniai 2 orang anak lucu-lucu yang pertama bernama sayyid abdurrahman ibnu zuhdi biasa dipanggil "abang saiz" dan yg kedua "sicantik" nasywa raihanah martiza zuhdi. Kedua nama belakang anaku
Bernama zuhdi berasal dari namaku yg lain "ahmad zuhdi" yg diberikan seorang ulama hafizul Qur'an (hapal quran 30 zuz) bernama syekh yusuf azhari yg tak lain adalah kakek dari istriku.
Dari lahir hingga SMA aku besar diserpong sempat kuliah dibogor dan menyelesaikaan kuliah S1 di jakarta pusat, dan aku memang keturunan USA (Urang Serpong Asli).
Serpong dimasa aku anak-anak dulu adalah suatu desa yg nyaman bagi anak kecil spt aku, banyak tempat bermain dan didukung dg kekayaan alam yg melimpah, sehingga jarang sekali aku membeli mainan yg sudah jadi di warung atau toko karena biasanya aku membuatnya dg bahan yg ada di sekitar rumah. Lapangan bola ada dimana-mana, pohon buahpun boleh dipetik jika sudah benar-benar matang, kebun, semak, tanah lapang adalah tempat yg asyik untuk bermain perang-perangan dg teman-temanku apalagi dilakukan diwaktu hujan tambah seru, dan yang paling seru adalah setelah pakaian kotor+basah kita ga langsung pulang tapi kita pergi ke sungai yang memiliki 2 air terjun indah yg dinamai pelayangan, dilokasi ini sering dijadikan lokasi syuting film dan yg paling terkenal adalah film si Pitung dan film si Gobang. Wajar jika tempat ini dipilih karena memang alamnya sungguh eksotis dg nuansa etnik betawi karena memang pada kenyataanya penduduk asli serpong umunya adalah keturunan suku betawi yg berbaur dg suku banten dan aku rasa mungkin seperti itu pula asal muasal penduduk tangerang secara umum karena memang secara geografis tangerang terletak antara jakarta(betawi) dan banten.
Masa kecilku sungguh indah menghabiskan sebagian waktu kecilku dg bermain bermain dan bermain, yg ada dikepalaku saat itu main apa, main dimana dan main dg siapa saja hari ini. jarang sekali aku melakukan aktivitas belajar seperti keponakanku fiya sekarang, tapi Alhamdulillah untuk peringkat kelas hingga SMP masih masuk 3 besar. Itulah sekelumit tentang masa kecilku yg indah dan desa serpong tercinta.
Serpong kini telah menjelma menjadi kota yg hiruk pikuk dan aku rasa perubahan ini dimulai pd akhir dekade 80an ketika PT. Bumi Serpong Damai mengembangkan perumahannya di kecamatan Serpong yg hingga kini wilayahnya mungkin telah lebih dari 50% wilayah serpong itu sendiri, aku sendiri saat ini tinggal di jakarta tepatnya di pulo gadung, karena memang tempat kerjaku berada di kawasan industri pulo gadung dan sudah hampir 9 tahun aku tinggal dikota ini. Sejujurnya untuk visiku kedepan aku akan tinggal bersama keluarga di tanah kelahiranku di Serpong dan aku harap itu tidak terlalu lama lagi.
Subscribe to:
Comments (Atom)