Hampir dua setengah bulan saya ga entri blog ini, benar-benar kangen rasanya. Karena berbagai kesibukan entah dirumah, di PT SMU, di PT GIA atau kegiatan diluar lainnya yg pasti alasan umumnya 'ga sempet' ,ya sekedar alasan.
Tapi memang segala kegiatan tersebut benar-benar menyita waktu, seakan-akan waktu yang 24 jam tidak cukup bagi saya. Hal menariknya adalah saya tertantang untuk bisa mengefisienkan waktu yang tersedia agar bisa optimal untuk semua kegiatan saya. Tidak lupa juga dukungan istri tercinta yg telah membantu meringankan beban saya dengan mencurahkan hampir seluruh waktunya untuk keluarga, juga sikap 'manis' dua buah hati kami yang sangat membantu memudahkan kami mengurus rumah tangga, tapi diatas itu semua saya yakin berkah dan rahmat Alloh lah yg memungkinkan segala kegiatan terlaksana. Thank You Alloh...
Sunday, May 17, 2009
Saturday, March 7, 2009
Kereta Api 3 (mencari jodoh)
Bagi anda yang tiap hari menggunakan jasa angkutan massal ini pastinya tahu betul bagaimana perilaku para "member-nya" ini.
Ada banyak pengguna kereta api ini yg berangkat diwaktu yg sama dengan orang-orang yg sama dg tujuan yg sama, bahkan dg gerbong yg sama, begitu pula ketika hendak pulang kejadiannya nyaris sama. Intensitas pertemuan yang begitu tinggi ini, tidak disadari menyebabkan seseorang mau tidak mau sebagai mahluk sosial akan mengenal satu sama lain dg cara sengaja ataupun tidak.
Dari perkenalan ini akan menciptakan berbagai hubungan, bisa hubungan bisnis, hubungan sosial, hubungan pertemanan, hingga hubungan asmara. Yang terakhir saya sebut sangat umum terjadi di tempat ini, dari yg cuma iseng-iseng hingga yg serius masuk ke jenjang pernikahan, dalam hal ini jumlahnya tidak bisa dikatakan sedikit. Saya punya beberapa orang teman yang mendapatkan jodohnya di angkutan kereta api ini, ibarat pepatah jawa "witing tresno jalaran soko kulino" yg kalau di terjemahkan bahwa "rasa cinta tumbuh karena sering bertemu" begitu kata mereka.
Bagaimana tidak, setiap hari bertemu mulai dari obrolan biasa, curhat tentang kerjaan, curhat tentang keluarga, hingga curhat tentang mantan pasangan, jadilah orang yg baru dikenal di kereta api ini sebagai teman dekat, yg kemudian menjadi teman hidup. Ada pula versi lain, yaitu bertemu teman lama semasa di bangku kuliah, atau teman SMA, SMP, SD atau bahkan sewaktu taman kanak kanak, yg waktu itu masih katro bin ndeso
sekarang tampak berbeda lebih gagah/molek, sudah intelek, udah ga gaptek pintar dandan/bersolek pokoknya sangat berbeda. Biasanya obrolan dimulai dari tannya kabar teman-teman seangkatan, para guru, dan alumnus tercinta. Obrolan di lanjutkan dg mengenang masa lalu dan seterusnya dan seterusnya, yg pada akhirnya mempunyai "ending" yg sama dg versi yg pertama.
Ada juga dengan cara "tidak langsung", berkenalan dg seseorang yg kemudian mengenalkannya/menjodohkannya dg anaknya, adiknya, kakaknya, Oom -nya, tantenya, saudaranya, temannya atau bahkan mantan pasangannya, semua bisa saja terjadi. Jadi tidak salah toh' kalau kereta api dikatakan biro jodoh??
Ada banyak pengguna kereta api ini yg berangkat diwaktu yg sama dengan orang-orang yg sama dg tujuan yg sama, bahkan dg gerbong yg sama, begitu pula ketika hendak pulang kejadiannya nyaris sama. Intensitas pertemuan yang begitu tinggi ini, tidak disadari menyebabkan seseorang mau tidak mau sebagai mahluk sosial akan mengenal satu sama lain dg cara sengaja ataupun tidak.
Dari perkenalan ini akan menciptakan berbagai hubungan, bisa hubungan bisnis, hubungan sosial, hubungan pertemanan, hingga hubungan asmara. Yang terakhir saya sebut sangat umum terjadi di tempat ini, dari yg cuma iseng-iseng hingga yg serius masuk ke jenjang pernikahan, dalam hal ini jumlahnya tidak bisa dikatakan sedikit. Saya punya beberapa orang teman yang mendapatkan jodohnya di angkutan kereta api ini, ibarat pepatah jawa "witing tresno jalaran soko kulino" yg kalau di terjemahkan bahwa "rasa cinta tumbuh karena sering bertemu" begitu kata mereka.
Bagaimana tidak, setiap hari bertemu mulai dari obrolan biasa, curhat tentang kerjaan, curhat tentang keluarga, hingga curhat tentang mantan pasangan, jadilah orang yg baru dikenal di kereta api ini sebagai teman dekat, yg kemudian menjadi teman hidup. Ada pula versi lain, yaitu bertemu teman lama semasa di bangku kuliah, atau teman SMA, SMP, SD atau bahkan sewaktu taman kanak kanak, yg waktu itu masih katro bin ndeso
sekarang tampak berbeda lebih gagah/molek, sudah intelek, udah ga gaptek pintar dandan/bersolek pokoknya sangat berbeda. Biasanya obrolan dimulai dari tannya kabar teman-teman seangkatan, para guru, dan alumnus tercinta. Obrolan di lanjutkan dg mengenang masa lalu dan seterusnya dan seterusnya, yg pada akhirnya mempunyai "ending" yg sama dg versi yg pertama.
Ada juga dengan cara "tidak langsung", berkenalan dg seseorang yg kemudian mengenalkannya/menjodohkannya dg anaknya, adiknya, kakaknya, Oom -nya, tantenya, saudaranya, temannya atau bahkan mantan pasangannya, semua bisa saja terjadi. Jadi tidak salah toh' kalau kereta api dikatakan biro jodoh??
Thursday, March 5, 2009
Kereta api 2 (tempat cari makan)
Saya mulai sering naik kereta api ketika masih kuliah di Akademi Kimia Analisis (AKA) Bogor, walaupun intensitasnya tidak terlalu tinggi minimal 1 minggu sekali saya menggunakanya untuk berkunjung ke adik saya Astri Aryanti di pesantren Al Hamidiyah sawangan Depok.
Intensitas saya meningkat atau boleh dikatakan rutin ketika saya mulai bekerja di PT SAYAP MAS UTAMA di akhir tahun 2000, banyak hal menarik terjadi di kereta api khususnya kereta Ekonomi baik di KRL maupun di
KRD yg sering saya tumpangi, yang paling menonjol adalah kegiatan ekonominya, hampir semua jenis produk diperjual belikan terutama makanan dan minuman. Dari yang ukuran kecil seperti peniti hingga furniture yg ukurannya cukup besar ada di kereta api.salah satu yang menarik adalah pedagang buah yang jumlahnya cukup dominan, dengan berbagai jenis buah yang tersedia kita dapat memilih buah yg kita suka, adapun masalah harga sangat negotiable, apalagi jika transaksi dilakukan dipenghujung perjalanan bisa dapat diskon gede-gedean padahal harga normal produk di atas kereta api relatif lebih murah jika dibandingkan dg harga ditempat lain.
Tempat bertemunya para pembeli dengan para penjual ini bisa dikatakan Pasar Berjalan, nilai transaksi total hariannya ditaksir bisa mencapai ratusan juta hingga milyaran rupiah, sungguh
Pasar yg tidak bisa dikatakan kecil.
Di kereta Api banyak orang mencari penghidupnya,
adanya penertiban disatu sisi memang diperlukan bagi kenyamanan penumpang, namun disisi lain ini mengancam mata pencaharian banyak orang, harus ada langkah bijak dari pemerintah untuk menyelesaikan problematika ini
Intensitas saya meningkat atau boleh dikatakan rutin ketika saya mulai bekerja di PT SAYAP MAS UTAMA di akhir tahun 2000, banyak hal menarik terjadi di kereta api khususnya kereta Ekonomi baik di KRL maupun di
KRD yg sering saya tumpangi, yang paling menonjol adalah kegiatan ekonominya, hampir semua jenis produk diperjual belikan terutama makanan dan minuman. Dari yang ukuran kecil seperti peniti hingga furniture yg ukurannya cukup besar ada di kereta api.salah satu yang menarik adalah pedagang buah yang jumlahnya cukup dominan, dengan berbagai jenis buah yang tersedia kita dapat memilih buah yg kita suka, adapun masalah harga sangat negotiable, apalagi jika transaksi dilakukan dipenghujung perjalanan bisa dapat diskon gede-gedean padahal harga normal produk di atas kereta api relatif lebih murah jika dibandingkan dg harga ditempat lain.
Tempat bertemunya para pembeli dengan para penjual ini bisa dikatakan Pasar Berjalan, nilai transaksi total hariannya ditaksir bisa mencapai ratusan juta hingga milyaran rupiah, sungguh
Pasar yg tidak bisa dikatakan kecil.
Di kereta Api banyak orang mencari penghidupnya,
adanya penertiban disatu sisi memang diperlukan bagi kenyamanan penumpang, namun disisi lain ini mengancam mata pencaharian banyak orang, harus ada langkah bijak dari pemerintah untuk menyelesaikan problematika ini
Kereta Api 1
Sudah hampir 2 minggu ini saya bolak-balik naik angkutan kereta api dari Serpong ke Tanah Abang hingga Manggarai atau arah sebaliknya, jadi ingat waktu baru awal-awal kerja tiap hari naik transportasi jenis ini.
Bermacam jenis kereta api tersedia dari kereta rangkaian disel (KRD), baik yang patas ataupun ekonomi atau juga kereta rangkaian listrik (KRL) dari yg ekonomi, ekonomi AC, hingga KRL Expres, dengan tarif yang tentu berbeda pula, dan yg pasti gaya , style dan kelakuan para penumpanya juga berbeda seakan ingin menunjukan status para penumpangnya masing-masing.
Sungguh menarik untuk mencermati berbagai hal kegiatan maupun tingkah laku para pengguna alat transfortasi massal ini, banyak kisah cerita yg didukung fakta terjadi di alat transportasi ini, dari kegiatan ekonomi, biro jodoh, pendidikan, kegiatan sosial, hiburan, perselingkuhan hingga pelecehan seksual, tindak kriminal hingga kisah mistis pernah terjadi di sini. Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman dan pengamatan saya selama menggunakan alat transfortasi massal ini...
Bermacam jenis kereta api tersedia dari kereta rangkaian disel (KRD), baik yang patas ataupun ekonomi atau juga kereta rangkaian listrik (KRL) dari yg ekonomi, ekonomi AC, hingga KRL Expres, dengan tarif yang tentu berbeda pula, dan yg pasti gaya , style dan kelakuan para penumpanya juga berbeda seakan ingin menunjukan status para penumpangnya masing-masing.
Sungguh menarik untuk mencermati berbagai hal kegiatan maupun tingkah laku para pengguna alat transfortasi massal ini, banyak kisah cerita yg didukung fakta terjadi di alat transportasi ini, dari kegiatan ekonomi, biro jodoh, pendidikan, kegiatan sosial, hiburan, perselingkuhan hingga pelecehan seksual, tindak kriminal hingga kisah mistis pernah terjadi di sini. Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman dan pengamatan saya selama menggunakan alat transfortasi massal ini...
Sunday, March 1, 2009
PT GIA MAKMUR MANDIRI
Sekitar akhir tahun 2007,sahabat saya sejak masih kuliah di Bogor kang Ali Murnadinata dan istrinya uni Feby yg juga teman kuliah saya, bersilaturahim kerumah orang tua saya di Serpong dan kebetulan saya dan keluarga sedang berkunjung, setelah saling tanya kabar dan obrolan ringan, kang' Ali mulai membicarakan soal bisnis katanya sih ia mulai jenuh setelah kerja sekian tahun di PT MITSHUBA Tangerang, padahal posisinya cukup lumayan diperusahaan yg saya pikir lumayan besar yakni sebagai asisten manager, apa lagi usianya kala itu tergolong muda, tapi yang namanya jenuh mungkin tidak mengenal posisi.
Ada dua gagasan yg ia sampaikan dan yg aneh bin ajaib bin lucunya adalah kedua gagasan bisnis itu sama persis dg ide/gagasan yg ingin saya utarakan ke kang' Ali, gagasan tersebut adalah usaha toko obat dan usaha elektro plating, memang tidak jauh-jauh dari yg berbau kimia karena memang basicly kami analis kimia, akhirnya kami rancang tahapan untuk mewujudkan gagasan kami tersebut dan yg relatif paling mudah terwujud adalah toko obat, dan memang sebulan setelah itu kami membuka toko obat "RIDHO" yg berlokasi di komplek perumahan
Batan Indah serpong, kemudian saya dan kang ali merencanakan gagasan kedua yakni usaha elektro plating dan untuk itu kami butuh rekan untuk membantu mewujudkannya, setelah melalui berbagai aral yg melintang akhirnya diawal 2009 ini kami mampu mewujudkan gagasan kami
yg kedua berupa PT GIA MAKMUR MANDIRI walau melibatkan pihak lain sebagai investor, tapi sepenuhnya kami yg mengelola perusahaan ini dari A-Z, semoga Alloh SWT meberkahi segala usaha Kami, .,amin
Ada dua gagasan yg ia sampaikan dan yg aneh bin ajaib bin lucunya adalah kedua gagasan bisnis itu sama persis dg ide/gagasan yg ingin saya utarakan ke kang' Ali, gagasan tersebut adalah usaha toko obat dan usaha elektro plating, memang tidak jauh-jauh dari yg berbau kimia karena memang basicly kami analis kimia, akhirnya kami rancang tahapan untuk mewujudkan gagasan kami tersebut dan yg relatif paling mudah terwujud adalah toko obat, dan memang sebulan setelah itu kami membuka toko obat "RIDHO" yg berlokasi di komplek perumahan
Batan Indah serpong, kemudian saya dan kang ali merencanakan gagasan kedua yakni usaha elektro plating dan untuk itu kami butuh rekan untuk membantu mewujudkannya, setelah melalui berbagai aral yg melintang akhirnya diawal 2009 ini kami mampu mewujudkan gagasan kami
yg kedua berupa PT GIA MAKMUR MANDIRI walau melibatkan pihak lain sebagai investor, tapi sepenuhnya kami yg mengelola perusahaan ini dari A-Z, semoga Alloh SWT meberkahi segala usaha Kami, .,amin
Saturday, February 28, 2009
Pengalaman
Hampir satu pekan ini saya benar-benar kurang istirahat, dan hampir sepekan ini juga saya, istri dan anak-anak saya sedang berkunjung di rumah orang tua saya.
Gawean saya dengan beberapa rekan di PT GIA MAKMUR MANDIRI di Tiga Raksa Tangerang dimulai, setelah hampir setengah tahun dari tahap perencanaan, mencari pasar, mencari investor, hingga trial (uji coba), di pekan terakhir bulan pebruari 2009 ini kami mulai memproduksi massal, hasil kontrak kerja dengan PT GINSA PRATAMA di Tangerang, karena ini adalah proyek kami yang pertama maka kami berusaha seoptimal mungkin untuk memuaskan klien kami, jadilah saya yg sebenarnya tidak terlibat secara langsung di bagian produksi ikut terjun langsung mengawasi dan membantu jalannya produksi, saat ini saya yang masih bekerja di PT SAYAP MAS UTAMA sebagai Staff QC di dept. R&D dan kebetulan sedang shift 3 (malam) sepulang kerja saya kembali "bekerja" untuk PT GIA, saya akui sangat melelahkan, tapi itu merupakan tanggung jawab saya di PT GIA dimana saya di posisikan sebagai wakil direktur untuk bagian keuangan, mewakili direktur utama yg kebetulan untuk 2 pekan ini ia tak bisa hadir karena sedang ada proyek dg sebuah perusahan jepang yg berkantor di malaysia.
Benar- benar pekan yg melelahkan, mudah-mudahan kedepan semua berjalan dg baik dan lancar ,... amin
Gawean saya dengan beberapa rekan di PT GIA MAKMUR MANDIRI di Tiga Raksa Tangerang dimulai, setelah hampir setengah tahun dari tahap perencanaan, mencari pasar, mencari investor, hingga trial (uji coba), di pekan terakhir bulan pebruari 2009 ini kami mulai memproduksi massal, hasil kontrak kerja dengan PT GINSA PRATAMA di Tangerang, karena ini adalah proyek kami yang pertama maka kami berusaha seoptimal mungkin untuk memuaskan klien kami, jadilah saya yg sebenarnya tidak terlibat secara langsung di bagian produksi ikut terjun langsung mengawasi dan membantu jalannya produksi, saat ini saya yang masih bekerja di PT SAYAP MAS UTAMA sebagai Staff QC di dept. R&D dan kebetulan sedang shift 3 (malam) sepulang kerja saya kembali "bekerja" untuk PT GIA, saya akui sangat melelahkan, tapi itu merupakan tanggung jawab saya di PT GIA dimana saya di posisikan sebagai wakil direktur untuk bagian keuangan, mewakili direktur utama yg kebetulan untuk 2 pekan ini ia tak bisa hadir karena sedang ada proyek dg sebuah perusahan jepang yg berkantor di malaysia.
Benar- benar pekan yg melelahkan, mudah-mudahan kedepan semua berjalan dg baik dan lancar ,... amin
Sunday, February 22, 2009
PROFESIONAL
Kamis yg lalu saya beserta 2orang rekan saya(Ali dan Irpan) pergi ke daerah CiBubur, untuk menemui seorang supplier bahan kimia, setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya kami sampai, rupanya supplier ini bersuku batak ini terlihat sekali dari paras dan logat bahasanya, pak viktor namanya, setelah dipersilahkan duduk oleh sekretarisnya tak lama kemudian pak viktor menemui kami, yg janggal adalah perilaku teman saya Ali, ia tidak melepas sama sekali kaca matanya padahal kami sudah didalam ruangan kantor yg cukup teduh, saya merasa aneh dg sikap rekan saya ini padahal Ali yg saya kenal sejak dari masa kuliah dulu sangat menjungjung sopan santun, apalagi kali ini kita menemui rekan bisnis yg baru kita kenal fikir saya. Ternyata saya tidak tahu kalau Ali sudah kenal lama dg pak viktor, tapi Ali sengaja meminta Irpan yg menghubungi, ingin "ngerjain" pak viktor, dan benar saja setelah sekian menit pak viktor berbincang dg kami ia mulai curiga dg Ali yg dari tadi berkaca mata hitam dan berbicara ceplas-ceplos, ia tersadar kalau sedang di kerjai, sekejap langsung ia tarik kerah baju Ali sambil tertawa-tawa ia cuma bilang "pak Ali- pak Ali kena aku dikerjain". Ternyata mereka sudah kenal baik dan seketika itu juga sikap pak viktor yg awalnya sedikit arogan berubah menjadi "cair", malah ia sempat bilang bahwa ia banyak hutang budi sama pak Ali, ia pun mengatakan "untuk pak ali saya bantu apa yg saya punya, soal harga dan pembayaran gampanglah". Sebegitu respeknya pak viktor thdp Ali padahal usia pak viktor jauh lebih tua sedang Ali seusia dg saya, tapi setelah sekian menit mereka berbincang saya bisa menarik kesimpulan, sikap respek pak viktor thdp Ali didasarkan sikap Profesional Ali (jujur, menepati janji, tidak korup walau punya peluang, dll) selama mereka kenal dan bekerja sama ditambah dg kerendah hatian rekan saya yg satu ini. Suatu pelajaran berharga dari seorang rekan dan sahabat, glory Ali...
Saturday, February 21, 2009
Rainbow Weekend
Di akhir minggu ketiga dibulan februari 2009 ini bagi saya terasa warna warni, di jum'at sore saya merasa lega karena gawean saya dengan rekan-rekan saya selama hampir 2 bulan terakhir mulai terealisasi, setting mesin, make up bahan kimia dan trial produk berhasil kita lalui walaupun mepet dg deadline, tinggal menunggu hasil analisa klien kami hari senin besok dan saat itu dibuat kontrak kerja samanya, well insya Alloh kita optimis.
Di penghujung jumat itu pula ketika pulang dari serpong dan sudah sampai dipintu terminal pulo gadung saya di telpon bapak saya dari serpong, beliau mengabarkan bahwa sepupu saya yg bernama atipah binti asda meninggal dunia, memang tidak begitu mengejutkan karena ia memang telah lama sakit dan berobat ke berbagai rumah sakit dan pengobatan alternatif tapi tak kunjung sembuh hingga akhirnya sekitar 5 hari terakhir sebelumnya ia sudah tidak mau pergi berobat lagi. "beruntung" jum'at pagi saya masih sempat menjenguk dan melihat kondisi terakhirnya. Perasaan sedih menggelayuti seluruh keluarga besar kami, di usia yg masih sangat muda (31th) dg 2 orang anak yg masih kecil-kecil
Ia meninggalkan kami untuk selama-lamanya, semoga Alloh SWT menerima segala amalmu dan mengampuni segala kesalahanmu saudariku...
Di penghujung jumat itu pula ketika pulang dari serpong dan sudah sampai dipintu terminal pulo gadung saya di telpon bapak saya dari serpong, beliau mengabarkan bahwa sepupu saya yg bernama atipah binti asda meninggal dunia, memang tidak begitu mengejutkan karena ia memang telah lama sakit dan berobat ke berbagai rumah sakit dan pengobatan alternatif tapi tak kunjung sembuh hingga akhirnya sekitar 5 hari terakhir sebelumnya ia sudah tidak mau pergi berobat lagi. "beruntung" jum'at pagi saya masih sempat menjenguk dan melihat kondisi terakhirnya. Perasaan sedih menggelayuti seluruh keluarga besar kami, di usia yg masih sangat muda (31th) dg 2 orang anak yg masih kecil-kecil
Ia meninggalkan kami untuk selama-lamanya, semoga Alloh SWT menerima segala amalmu dan mengampuni segala kesalahanmu saudariku...
Monday, February 16, 2009
Ngerepotin
Kalau dipikir-pikir dari lahir hingga sekarang punya 2 anak, saya rasanya sering bikin repot orang tua. Waktu masih kecil mungkin wajar jika segala macam kebutuhan dan urusan di cukupkan orang tua saya, tapi ketika sudah beranjak dewasa bahkan sudah ada yg manggil abi, rasanya jelas ga enak. Memang bukan tanpa alasan hal tersebut terjadi, orang tua saya termasuk kategori orang yg seneng direpotin anak-anaknya terutama saya, karena mungkin saya tinggal paling jauh dibanding saudari-saudari saya yg lain sehingga kami terutama istri dan anak-anak saya relatif jarang berkunjung kerumah orang tua di serpong, kadang kala ketika pulang kerumah orang tua sering kali saya sudah dijemput didepan stasiun kereta serpong.
Terakhir ini saya dg rekan-rekan ada proyek yg mengharuskan saya harus trial di rumah orang tua saya dan mereka sangat antusias membantu kami dari tenaga, pikiran, biaya serta prasarana dan itu tidak cuma sekali itu berlangsung 5 kali, artinya sudah 5 minggu ini saya dan rekan-rekan merepotkan orang tua saya, tapi yang namanya orang tua thdp anak tak ada kata pamrih, yang ada saya malah dikasih bonus ucapan do'a agar apa yg saya lakukan berhasil dan itu di ucapkan ketika pipi saya menempel di pipi mereka untuk minta pamit.
"duh Gusti bagaimana saya harus membalas budi baik mereka?"
Terakhir ini saya dg rekan-rekan ada proyek yg mengharuskan saya harus trial di rumah orang tua saya dan mereka sangat antusias membantu kami dari tenaga, pikiran, biaya serta prasarana dan itu tidak cuma sekali itu berlangsung 5 kali, artinya sudah 5 minggu ini saya dan rekan-rekan merepotkan orang tua saya, tapi yang namanya orang tua thdp anak tak ada kata pamrih, yang ada saya malah dikasih bonus ucapan do'a agar apa yg saya lakukan berhasil dan itu di ucapkan ketika pipi saya menempel di pipi mereka untuk minta pamit.
"duh Gusti bagaimana saya harus membalas budi baik mereka?"
Sunday, February 15, 2009
Pembalasan
Pagi ini Saya menonton tv one, ada berita yg menarik perhatian Saya sebenarnya bukan berita baru yakni tentang kebakaran hutan di Australia, sejujurnya secara manusiawi Saya terenyuh ikut prihatin apalagi di informasikan korban yg meninggal lebih dari 200 orang dan katanya kekuatan energi panas yg dihasilkan dari kebakaran di wilayah Victoria tersebut puluhan kali lipat dari energi panas yg dihasilkan dari bom Hirosima- Nagasaki ketika Amerika membom atom jepang, dan dari jarak lebih dari 15 km panasnya masih terasa, bisa dibayangkan seperti apa kondisi di sana.
Tapi jika ingat apa yg diklakukan pemerintahan Australia beserta sekutunya Amerika dan beberapa negara eropa menginvasi, mengagresi, minimal mencampuri urusan negara lain, contoh terakhir adalah kebiadaban israel yg mereka biarkan hingga menelan korban 1500 orang lebih(tidak termasuk korban kebiadaban tahun-tahun sebelumnya) dan kerusakan fisik yg ditimbulkan, dan sebelumnya pd tahun 2003 mereka meluluh lantahkan negri irak dg alasan menggulingkan sadam husein sang presiden juga Afghanistan sebelumnya mereka bumi hanguskan dg dalih mencari sosok Usama bin laden, rasa-rasanya apa yg dirasakan Australia tidak seberapa, pun demikian dengan inggris yg sedang membeku, Amerika dan Eropa yg sedang dihantam krisis finansial dan sebelumya Amerika juga tahun lalu dihantam badai katherina, jadi ini hanya sekedar "pembalasan" dari rakyat yg negerinya mereka hancurkan melalui "invisible hand", tapi sekali lagi itu hanya asumsi logis Saya saja, yang pasti "Yang Maha Tahu" punya maksud dibalik itu semua.
Tapi jika ingat apa yg diklakukan pemerintahan Australia beserta sekutunya Amerika dan beberapa negara eropa menginvasi, mengagresi, minimal mencampuri urusan negara lain, contoh terakhir adalah kebiadaban israel yg mereka biarkan hingga menelan korban 1500 orang lebih(tidak termasuk korban kebiadaban tahun-tahun sebelumnya) dan kerusakan fisik yg ditimbulkan, dan sebelumnya pd tahun 2003 mereka meluluh lantahkan negri irak dg alasan menggulingkan sadam husein sang presiden juga Afghanistan sebelumnya mereka bumi hanguskan dg dalih mencari sosok Usama bin laden, rasa-rasanya apa yg dirasakan Australia tidak seberapa, pun demikian dengan inggris yg sedang membeku, Amerika dan Eropa yg sedang dihantam krisis finansial dan sebelumya Amerika juga tahun lalu dihantam badai katherina, jadi ini hanya sekedar "pembalasan" dari rakyat yg negerinya mereka hancurkan melalui "invisible hand", tapi sekali lagi itu hanya asumsi logis Saya saja, yang pasti "Yang Maha Tahu" punya maksud dibalik itu semua.
Saturday, February 14, 2009
Siapa aku
Namaku Ina Aryana, aku lahir di Serpong 30th yg lalu, dengan 2 saudari kandung, kakakku Ani Aryani dan Astri Aryanti adikku. Bapakku bernama Asjuk bin Senan bin Lepay bin Silun bin fulan, sedang ibuku bernama Idah binti Adih bin Saimin bin fulan.
Aku menikah tahun 2005 dg Elly Nafiatul Hikmah,SE. dan hingga sekarang baru dikaruniai 2 orang anak lucu-lucu yang pertama bernama sayyid abdurrahman ibnu zuhdi biasa dipanggil "abang saiz" dan yg kedua "sicantik" nasywa raihanah martiza zuhdi. Kedua nama belakang anaku
Bernama zuhdi berasal dari namaku yg lain "ahmad zuhdi" yg diberikan seorang ulama hafizul Qur'an (hapal quran 30 zuz) bernama syekh yusuf azhari yg tak lain adalah kakek dari istriku.
Dari lahir hingga SMA aku besar diserpong sempat kuliah dibogor dan menyelesaikaan kuliah S1 di jakarta pusat, dan aku memang keturunan USA (Urang Serpong Asli).
Serpong dimasa aku anak-anak dulu adalah suatu desa yg nyaman bagi anak kecil spt aku, banyak tempat bermain dan didukung dg kekayaan alam yg melimpah, sehingga jarang sekali aku membeli mainan yg sudah jadi di warung atau toko karena biasanya aku membuatnya dg bahan yg ada di sekitar rumah. Lapangan bola ada dimana-mana, pohon buahpun boleh dipetik jika sudah benar-benar matang, kebun, semak, tanah lapang adalah tempat yg asyik untuk bermain perang-perangan dg teman-temanku apalagi dilakukan diwaktu hujan tambah seru, dan yang paling seru adalah setelah pakaian kotor+basah kita ga langsung pulang tapi kita pergi ke sungai yang memiliki 2 air terjun indah yg dinamai pelayangan, dilokasi ini sering dijadikan lokasi syuting film dan yg paling terkenal adalah film si Pitung dan film si Gobang. Wajar jika tempat ini dipilih karena memang alamnya sungguh eksotis dg nuansa etnik betawi karena memang pada kenyataanya penduduk asli serpong umunya adalah keturunan suku betawi yg berbaur dg suku banten dan aku rasa mungkin seperti itu pula asal muasal penduduk tangerang secara umum karena memang secara geografis tangerang terletak antara jakarta(betawi) dan banten.
Masa kecilku sungguh indah menghabiskan sebagian waktu kecilku dg bermain bermain dan bermain, yg ada dikepalaku saat itu main apa, main dimana dan main dg siapa saja hari ini. jarang sekali aku melakukan aktivitas belajar seperti keponakanku fiya sekarang, tapi Alhamdulillah untuk peringkat kelas hingga SMP masih masuk 3 besar. Itulah sekelumit tentang masa kecilku yg indah dan desa serpong tercinta.
Serpong kini telah menjelma menjadi kota yg hiruk pikuk dan aku rasa perubahan ini dimulai pd akhir dekade 80an ketika PT. Bumi Serpong Damai mengembangkan perumahannya di kecamatan Serpong yg hingga kini wilayahnya mungkin telah lebih dari 50% wilayah serpong itu sendiri, aku sendiri saat ini tinggal di jakarta tepatnya di pulo gadung, karena memang tempat kerjaku berada di kawasan industri pulo gadung dan sudah hampir 9 tahun aku tinggal dikota ini. Sejujurnya untuk visiku kedepan aku akan tinggal bersama keluarga di tanah kelahiranku di Serpong dan aku harap itu tidak terlalu lama lagi.
Aku menikah tahun 2005 dg Elly Nafiatul Hikmah,SE. dan hingga sekarang baru dikaruniai 2 orang anak lucu-lucu yang pertama bernama sayyid abdurrahman ibnu zuhdi biasa dipanggil "abang saiz" dan yg kedua "sicantik" nasywa raihanah martiza zuhdi. Kedua nama belakang anaku
Bernama zuhdi berasal dari namaku yg lain "ahmad zuhdi" yg diberikan seorang ulama hafizul Qur'an (hapal quran 30 zuz) bernama syekh yusuf azhari yg tak lain adalah kakek dari istriku.
Dari lahir hingga SMA aku besar diserpong sempat kuliah dibogor dan menyelesaikaan kuliah S1 di jakarta pusat, dan aku memang keturunan USA (Urang Serpong Asli).
Serpong dimasa aku anak-anak dulu adalah suatu desa yg nyaman bagi anak kecil spt aku, banyak tempat bermain dan didukung dg kekayaan alam yg melimpah, sehingga jarang sekali aku membeli mainan yg sudah jadi di warung atau toko karena biasanya aku membuatnya dg bahan yg ada di sekitar rumah. Lapangan bola ada dimana-mana, pohon buahpun boleh dipetik jika sudah benar-benar matang, kebun, semak, tanah lapang adalah tempat yg asyik untuk bermain perang-perangan dg teman-temanku apalagi dilakukan diwaktu hujan tambah seru, dan yang paling seru adalah setelah pakaian kotor+basah kita ga langsung pulang tapi kita pergi ke sungai yang memiliki 2 air terjun indah yg dinamai pelayangan, dilokasi ini sering dijadikan lokasi syuting film dan yg paling terkenal adalah film si Pitung dan film si Gobang. Wajar jika tempat ini dipilih karena memang alamnya sungguh eksotis dg nuansa etnik betawi karena memang pada kenyataanya penduduk asli serpong umunya adalah keturunan suku betawi yg berbaur dg suku banten dan aku rasa mungkin seperti itu pula asal muasal penduduk tangerang secara umum karena memang secara geografis tangerang terletak antara jakarta(betawi) dan banten.
Masa kecilku sungguh indah menghabiskan sebagian waktu kecilku dg bermain bermain dan bermain, yg ada dikepalaku saat itu main apa, main dimana dan main dg siapa saja hari ini. jarang sekali aku melakukan aktivitas belajar seperti keponakanku fiya sekarang, tapi Alhamdulillah untuk peringkat kelas hingga SMP masih masuk 3 besar. Itulah sekelumit tentang masa kecilku yg indah dan desa serpong tercinta.
Serpong kini telah menjelma menjadi kota yg hiruk pikuk dan aku rasa perubahan ini dimulai pd akhir dekade 80an ketika PT. Bumi Serpong Damai mengembangkan perumahannya di kecamatan Serpong yg hingga kini wilayahnya mungkin telah lebih dari 50% wilayah serpong itu sendiri, aku sendiri saat ini tinggal di jakarta tepatnya di pulo gadung, karena memang tempat kerjaku berada di kawasan industri pulo gadung dan sudah hampir 9 tahun aku tinggal dikota ini. Sejujurnya untuk visiku kedepan aku akan tinggal bersama keluarga di tanah kelahiranku di Serpong dan aku harap itu tidak terlalu lama lagi.
Subscribe to:
Comments (Atom)